Trichoderma sp. merupakan salah
Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) seringkali bergejala layu dan moler. Patogen penyebab layu dan moler adalah Fusarium oxysporum f.sp. cepae
yang menginfeksi lewat perakaran dan umbi. Pengendaliannya dapat
dilakukan dengan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan keluarga
bawang-bawangan dan dilakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif
benomil, mankozeb, dan propineb dengan konsentrasi 0.1%. Namun, untuk
menuju pertanian berkelanjutan dan untuk mendapat produk umbi yang
berkualitas lebih baik, Trichoderma sp. efektif mengurangi persentase dan intensitas penyakit layu dan moler di lapangan.
Cara penggunaan Trichoderma sp.
ialah diberikan secara merata pada tanah, bersamaan dengan pemberian
pupuk kandang. Sebaiknya satu minggu atau dua minggu sebelum pupuk
kandang digunakan di lahan, pupuk kandang sebanyak 20--50 kg dicampuri
Trichoderma sp. sebanyak 100 g. Selanjutnya, campuran pupuk kandang dan
Trichoderma sp. didiamkan selama 1-2 minggu di tempat yang teduh dan
lembab, kemudian baru disebarkan di lahan sebagai pupuk dasar sebanyak
2-2,5 ton/ha lahan yang akan ditanami bawang merah.
Manfaat
dan keunggulan Trichoderma sp. adalah memberikan dampak positif pada
patosystem tanaman, membuat periode inkubasi penyakit menjadi lebih
lambat, menurunkan intensitas penyakit, menurunkan kerapatan populasi
patogen di dalam tanah, mudah cara penggunaannya, tidak meninggalkan
residu beracun pada hasil pertanian, baik di dalam tanah maupun pada
aliran air sehingga aman bagi lingkungan, aman bagi manusia dan hewan
piaraan, tidak menyebabkan fitotoksin (keracunan) pada tanaman, dan
sangat sesuai digunakan sebagai komponen pertanian organik.
Pada
tahun 2005-2008 telah diperkenalkan Trichoderma sp. sebagai pengendali
penyakit layu dan moler tanaman bawang merah di Kecamatan Galur
Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sumber : http://yogya.litbang.pertanian.go.id
|
Publikasi kegiatan penyuluh pertanian lapangan kecamatan Babulu kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim
Kamis, 06 Juli 2017
Pengendalian Penyakit Moler dan Layu pada Tanaman Bawang Merah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar